Manado – Imbauan BMKG Terkait Cuaca Ekstrem di 14 Kabupaten/Kota Sulawesi Utara: Waspada Potensi Bencana. Wilayah Sulawesi Utara dilanda cuaca ekstrem dalam tiga hari.
Terhitung dari Sabtu 6 Desember 2025 kemarin hingga besok Senin 8 Desember 2025.
Informasi ini sebagaimana yang dikatakan oleh pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi yang beralamat di Jalan AA Maramis, Kota Manado, Sulawesi Utara. BMKG merupakan Lembaga Pemerintah Non-kementerian (LPNK) Indonesia yang mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika. Cuaca ekstrem tersebut disebut berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi berupa genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Bencana hidrometeorologi adalah bencana alam yang berhubungan dengan kondisi iklim, cuaca ekstrem, serta proses hidrologi dan oseanografi, seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, gelombang pasang, dan angin kencang. Fenomena ini disebabkan oleh parameter atmosfer seperti curah hujan, suhu, dan kelembapan, serta kondisi laut, yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan mengancam keselamatan jiwa. “Berdasarkan analisis kondisi dinamika atmosfer, terpantau berbagai fenomena yang mempengaruhi cuaca di wilayah Sulawesi Utara,” terang Plh Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Margy Octavi sebagaimana rilis yang diterima Tribun Manado pada Sabtu (6/12/2025).
Antara lain terdapat Bibit Siklon Tropis 93W yang berada di Laut Filipina sebelah utara Sulawesi Utara yang memberikan dampak potensi peningkatan curah hujan dan angin kencang. “Dominannya angin Muson Barat, La Nina aktif, suhu muka laut yang lebih hangat, serta adanya gelombang Equatorial Rossby yang melintasi wilayah Sulawesi Utara,” jelas dia. Margy Octavi Kondisi ini mengakibatkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir serta angin kencang di beberapa Kabupaten/Kota di Sulawesi Utara.
Baca Juga : Masih Ingat Kasus Pembunuhan Joel Tanos? Begini Kelanjutannya

Adapun daftar Kabupaten/Kota yang terdampak adalah sebagai berikut:
1. Kab. Kep.Sitaro
2. Kab. Kep. Sangihe
3. Kab. Kep. Talaud.
4. Kota Manado
5. Kota Bitung
6. Kota Tomohon
7. Kab. Minahasa
8. Kab. Minahasa Utara
9. Kab. Minahasa Selatan
10. Kab. Minahasa Tenggara
11. Kab. Bolaang Mongondow
12. Kab. Bolaang Mongondow Timur
13. Kab. Bolaang Mongondow Utara
14. Kab. Bolaang Mongondow Selatan
BMKG mengimbau masyarakat, Pemerintah Kabupaten/Kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara agar dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan Warga dan pemerintah juga diimbau berkoordinasi dengan instansi terkait sebagai tindakan antisipasi bencana hidrometeorologi.
Karena cuaca bersifat dinamis, BMKG juga mengimbau agar masyarakat terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, secara lebih rinci dan detail untuk tiap kelurahan di seluruh wilayah Sulawesi Utara melalui Website https://cuaca.bmkg.go.id/, Whatsapp.
Dampak cuaca ekstrem di Minahasa Utara menyebabkan terjadi bencana berupa pohon tumbang. Peristiwa ini tepatnya terjadi di jalan ruas Likupang Wori tepatnya Desa Darunu Kecamatan Wori, Minggu (7/12/2025) Sebuah pohon jenis Pohon jati tumbang menghalangi akses jalan ruas Likupang Wori. Kejadian ini dibenarkan oleh Sekretaris Badan Penanggulagan Bencana Daerah (BPBD) Minut, Gerald Dotulong. “Karena cuaca hujan disertai angin,” kata Gerald Dotulong saat di konfirmasi Minggu (7/12).
Lebih kurang empat jam pohon tersebut menutup akses jalan dari Pandu Manado ke Likupang begitu sebaliknya. Desa Daruna di Kecamatan Wori, merupakan Desa Wisata dengan keunggulannya pantai, hutan mangrove, pantai, bawah laut dan lainnya. Desa Darunu kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara., Propinsi Sulawesi Utara merupakan 1 dari 20 Desa di kecamatan Wori yang berjarak 60 Km dari ibu kota kabupaten dan 12 km dari ibu kota Kecamatan , 25 km dari ibu kota propinsi Sulawesi Utara kota Manado.
Bencana pohon jati yang tumbang diketahui Pusdalops BPBD Minut pukul 10.47 wita. Pasca memperoleh informasi, tim gabungan yang terdiri dari aparat dan masyarakat langsung bergerak melakukan proses evakuasi. Adapun tim yang terlibat yakni: Tim reaksi cepat (TRC) BPBD Minut yang memakai artibut kebesaran kemeja, kaos, helm warna orange.
Pihak kepolisian Polsek Wori
Personel Tentara Nasional Indonesia atau TNI
Camat Wori
Pemerintah Desa setempat
Masyarakat sekitar
Pihak PLN
Dan pada pukul 10.47 Wita, bencana pohon tumbang berhasil dievakuasi petugas gabungan. Camat Wori Oktavianus Yus Mayuntu menyebut, akibat bencana pohon tumbang tersebut kendaraan seperti Truk atau sempat tak bisa lewat.





